Merancang Dana Darurat!!!

Salah satu tujuan financial yg penting adalah dana darurat, meski ini PENTING BANGET tapi justru biasanya yang paling susah buat dikumpulin *curcol
Udah 3thun lebih menikah ini dana gak ngumpul2 alesannya BUANYAK…

  1. Gak ada budget –> pembenarannya cicilan terlanjur salah kaprah lebih banget dari 30% yang akhirnya kebutuhan lain gak bisa terpenuhi #catetgede2
  2. Bukan keperluan mendesak (bisa ditunda) –> ironis padahal namanya dana darurat tapi kok ngumpulinnya super santaiiii bener, padahal kita gak pernah tau kapanpun “musibah keuangan” bisa terjadi #catetgede2
  3. Kurang motivasi –> susyah klo gak ada motivasi yakzzz, pasti budget belanja diada2in, sedangkan sisain dana dikittt aja buat dana darurat “pas” terus #note2myself
  4. Jumlahnya gede beneur –> asa gak mampu mencapainya (lirik 2 anak) padahal klo gak dimulai nilainya makin membesar dan makin jauhhh dr jangkauan jadi mulailah meski sedikit mudah2an next stepnya lebih mudah #note2myself

sekarang mari kita pikirkan strategi ngumpulinnya…hasil baca2 tulisan angga aliya di detikfinance akupun tergerak memulainya!!!mari disimak

  • Jangan memaksakan diri

Jadi kita gak harus mencapai target dana darurat sekaligus, tapi sisihkanlah tiap minggu atau bulan sekian rupiah yang makin lama jumlahnya makin meningkat seiring kemampuan financial kitah, misal start seminggu 25-50rb dst. Jadikanlah kebiasaan sehingga gak berasa dikit2 jumlahnya mulai terbentuk.

  • Minta bantuan bank

Maksudnya kalo ingin lebih disiplin gak ada salahnya komit autodebet dengan salah satu bank, nilainya?tergantung kemampuan setau aku autodebet start 100rb/bulan udah bisa. Jadi gak berasa kan??

  • Jadikan pos pengeluaran rutin

Secara psikologis menjadi kewajiban kita untuk menyisihkan dana diawal terima gaji eyiemm.

  • Jangan habiskan bonus/insentif

Saat dapet bonus/insentif atau uang diluar gaji rutin biasanya kita cenderung lebih mudah mengeluarkan untuk belanja/liburan/rencana lainnya ini sama sekali gak salah tapi sebaiknya tidak terpakai habis atur sedemikian rupa sehingga bisa mengisi pos lain juga misal 50% belanja/liburan, 20% investasi, 20% dana darurat dan 10% charity

  • Kumpulkan “uang receh”

Kita budget dulu berapa kebutuhan bulanan kita trus klo ditiap pos ada sisa2 “uang receh” bisa dimasukkan ke celengan/kotak khusus dimana setiap akhir bulan bisa disetor ke rekening dana darurat. Kategori uang receh sendiri bisa kurang dari 5rb dst…

Tuh kan banyak cara menggapai dana darurat intinya “niat dan disiplin” yukzz raih masa depan lebih baik🙂 #note2myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s