Hutang dan Cicilan. Siapa takut??

Gak ada hujan gak ada angin (tapi kok baru tanggal 4 duit dah tipiisss)…tiba-tiba pengen nulis tentang hutang dan cicilan. Yap hutang dan cicilan. Kalian takut berhutang?saya tidak. kalian kuatir mencicil?oh saya tidak…sebagai pegawai biasa bukan pengusaha maka hutang dan cicilan bukan barang baru buat aku alias “so closed”..
Aku mulai mencicil kira2 5-6 tahun lalu (kerja pertama) sebuah motor honda supra fit warna silver-biru bahkan aku ingat pasti angkanya dp.1.5jt cicilan 389rb/bulan selama 35x alias kurleb 3 tahun. dan aku sangat bangga akan diriku sendiri berani dan bisa menyelesaikan hutang dan cicilan pertamaku dengan baik (barangnya ada di rumah Situbondo sana dipake bapak).
Sekarang?
Jangan ditanya hampir semuanya aku dapet dari mencicil nyehehehe, kenapa??karena kantorku gak ada bonus2an gede, gak ada THR, desebre…dan aku bukan tipikal orang yang rajin menabung tanpa keblinger belanjaan kanan-kiri kecuali tu duit dikunci. Makanya ngandelin gaji bulanan aku dan hubby ajah deh dan kekuatan kita ada disitu yaitu “cicilan” Jadi yang kami perlukan adalah manajemen hutang bukan manajemen yang lain. Intinya memastikan semua cicilan yang kita punya tidak mengganggu kebutuhan rutin bulanan dan tahunan keluarga kita nah disini banyak banget PR-nya.
Rumah pertama, mobil pertama,
Kalo ada uangnya setuju buanget apa2 mendingan cash, tapi kalo gak ada apa ya kita diem ajah?? menunggu tabungan kita mencapai angka tersebut wah bisa2 yang ada gak kelar2 nabungnya kegerus inflasi dan “barang” kebutuhan kita dah makin menuju langit susah digapai..
Jadi karena aku tau diri banget maka bersahabat dengan hutang dan cicilan adalah jawaban atas segala rencana dan asa yang kita punya…
1. Rumah
2. Mobil
3. Motor baru
4. Tabungan pendidikan Nay2
5. Kebutuhan Tahunan (Mudik lebaran, qurban, THR art, stnk mobil-motor, asji)
6. Dana darurat
7. Dana lainnya (liburan,renovasi,dll)
Semua aku pakai metode cicilan. (Jangan diprotes dulu, kok hutang sama investasi dijadiin satu?Lah semuanya cicilan kok yang artinya saban bulan mesti keluar dari gaji yang kita keluar tentunya diluar kebutuhan pokok bulanan lainnya bedanya klo hutang “wajib” dicicil klo 4-7 “seadanya” dulu.
Berat?tentu saja. Bisa?Alhamdulillah sejauh ini bisa.
Syarat berhutang??tanya ama penyedia hutang aja komplitnya yang pasti usahakan cicilannya tetap (klo KPR sepertinya agak susyah) sehingga mudah menghitung cash flow bulanan kita, trus klo nilainya gede jangan lupa cek asjinya dah include blom?jangan sampai kita mewariskan hutang pada yg kita tinggal yak. trus jangan sampai 100% gaji kita untuk bayar cicilan hutang semua…meski kata ahli maksimal 30%, yah lebih2 gpp deh (kebetulan aku lebih banyak…). Toh setiap keluarga itu “unik” gak usah silau ama pola2 keluarga lain. heyyy kebutuhan dan pendapatan tiap keluarga beda!!!kelolalah uang yang ada ajah sebaik mungkin..dan berdo’a sama Tuhan agar keluarga kita terus diberi rejeki yang barokah. Amien
Mari berhutang!!!

One thought on “Hutang dan Cicilan. Siapa takut??”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s