Giliran kenalan dengan Si-Whole Life

Setelah cukup berkicau tentang asuransi jiwa term-life yang direkomendasikan hampir semua pakar financial planner yang manfaatnya emang sangat diperlukan dalam pengalihan resiko financial buat orang-orang yang tergantung secara financial kepada kita dengan premi murahhhh (khususnya asji murni tanpa raider, tanpa tabungan, apalagi investasi hohoho). Sekarang aku pengen membahas tentang whole-life alias asuransi jiwa seumur hidup!!!apakah ini bukan asuransi pilihan??tentu saja tidak justru saat usia kita semakin mapan en punya kemampuan bayar premi lebih besar, maka sebenernya asuransi inilah yang kita perlukan kenapa??
Karena jaminan pasti perlindungan sampai mati (bahasane) alias pengembalian diakhir masa asuransi klopun kita ditakdirkan berumur sangat panjang olala…+benefit deviden dll, itung-itung warisan pasti buat anak/cucu kita “hanya” dengan membayar premi sesuai kebutuhan 5th, 10th atau 20th terserah kemampuan financial masing-masing….gak ada yang bisa menebak umur bukan??kita ikutan term life 10 tahun eh yang punya hidup menakdirkan kita hidup setahun setelah masa asuransi berakhir gak dapet apa-apa deh…yah teorinya sih kita dah punya asset lain yang dikumpulin 10 tahun tadi tapi kan dalam 10 tahun juga jumlah kebutuhan, jumlah anak dll pastinya meningkat. Meski klo lihat nilai preminya juga berlipat dibandingkan term-life yang murah meriah dengan up sangat cukup (gede banget malah).
Kalo untuk ukuran kantong para keluarga muda 25-30an tahun emang masih direkomendasikan pakai termlife dulu karena asumsinya financial n karir sedang dibangun tapi pakar juga bilang usia 35-40tahunan ada baiknya mulai berpikir ke asuransi whole life ini (weksss berapa preminya yah pasti guide). Ok selain hunting termlife yang paling cucok buat aku (klo hubby lanjutin keterlanjuran unit-linknya kali yah sambil nambah termlife biar up-nya kekejar beberapa tahun lagi) aku juga minta dibikin in ilustrasi si whole life untuk usia 28th/f/married (buat yang usianya beda dikira2 sendiri yakz..secara lebih muda lebih murah dan sebaliknya)
Ilustrasi 1 (Lifeplan-100 dari Sequislife)
– UP: 250jt
– Premi : IDR3.392.500/th
– Masa pembayaran: 10 tahun
– Masa pertanggungan/asuransi: s.d 100th (seumur hidup)
– Total bayar: IDR33,925,000 saja manfaat pasti saat klaim 250jt+keuntungan perusahaan
Manfaat: Meninggal dimasa pembayaran dapet 100%UP, Meninggal setelah masa pembayaran (diatas 10th) s.d usia 100th ditambah death terminal bonus s.d 100% dari UP (tergantung kinerja/deviden/keuantungan perusahaan).Tuh sangat menarik bukan??untuk UP yang lebih besar 500jt untuk usia aku dengan syarat sama dengan di atas premi tahunannya adalah IDR6,785,000. Gak berani ty untuk UP 1M pastinya diatas 10jt/th (tapi klo orang berduit kenapa gak???)
Ilustrasi 2 (Prolifeplus dari Manulife)
– UP: 250jt
– Premi : IDR3,265,000/th
– Masa pembayaran: 10 tahun
– Masa pertanggungan/asuransi: s.d 99th (seumur hidup)
– Total bayar: IDR32,650,000 manfaat pasti 250jt+keuntungan perusahaan
Untuk produk ini ilustrasinya gak beda jauh hanya saja tidak ada perhitungan death term bonus seperti di atas tapi tetep ada pembagian keuantungan perusahaan/deviden juga loh menambah nilai UP kita kira2 10% keatas gt deh. Untuk produk ini dengan UP lebih besar yaitu 500jt pertahunnya adalah IDR4,910,000
Nah bisa dilihat kan dengan membayar ” x” rupiah kita punya tabungan untuk ahli waris kita yang pasti dibayarkan sebesar “minimal 8x + keuntungan perusahaan” diatas kertas lebih menguntungkan disbanding term-life.
Tarik nafas dulu apa yang kira2 cucok buat aku yakzzz…timbang-timbag kayaknya untuk saat ini pengennya termlife dulu dan klo bisa dikonversi ke whole-life after 5 tahun, secara jatah premi bulanan maunya gak lebih dari 100rb/bulan atau 1.2jt/th. Yukz ty calon agen-agen ttg kemungkinan ini…oh ya kisaran premi untuk termlife per –UP 100jt hanya 200-300jt/tahun loh (beberapa perusahaan asuransi punya kebijakan minimal premi tahunan, makanya ambil minimal UP-nya start UP500jt-1M keatas (premi 1.2-2jt pertahun) lagi-lagi untuk usia aku yakzz. Klo gak ada kebijakan ini kan asik tuh bs ambil UP 100jt,200jt,dst ajah murah meriah preminya….

5 thoughts on “Giliran kenalan dengan Si-Whole Life”

  1. Kalo kata Financial Planner yang cewe “asuransi whole life? ngapain? misal kita meninggal umur 70th, anak kita umur 30th, cucu kita udah umur 3th” Waktu itu tertohok juga, tapi memang dia ada benernya. Misal memang kita meninggal di umur tua, (diharapkan) anak kita udah mandiri, kalo pun mau meninggalkan warisan akan lebih bagus di asset/property.
    Tapi iya kalo kita meninggal di umur tua ya.. lah kalo muda dan belum punya asset? term life solusinya, tapi pembenaranku ikutan whole life juga soalnya kmrn kantor ada program rombongan asuransi dengan UP 100juta cuma bayar premi sekali aja itu pun cuma 1/3 gaji aku.. jadi ikutan.. hihi.. tergantung ke kondisi keuangan dan pandangan masing-masing kali ya.. TFS nis.. seneng baca category fin planning di blog lo ini..

  2. @mommy zk
    ak juga suka banget baca blogy mom zk serruuu
    yah klo kata fin plan emang gtu termlife+reksadana dah kombinasi ideal.tp klo ada duit lebih n klaim pasti yah whole life jawabannya..masing2 py kelebihan n kekurangan masing2 klo bisa siy 2-2nya cuman satupun blom py hahahah…bentar lagi Insyaallah

  3. Salam,
    Mbak Anis yg smart,

    Sy skrg jadi agen asuransi Allianz. Saya ingin sharing sedikit tentang produk yang kami punya. Karena sepertinya Mbak fokus ke manfaat asuransi jiwa saja, inilah yang bisa saya perkenalkan:

    Produk Whole Life untuk usia Mbak, perempuan sehat 28 tahun:
    – UP 250 juta, preminya 3,49 jt per tahun selama 10 tahun.
    – UP 500 juta, preminya 6,98 jt per tahun selama 10 tahun.
    – UP 1 M, preminya 13,96 jt per tahun selama 10 tahun.

    Mahal? Ya, sedikit lebih mahal daripada produk sejenis di perusahaan lain.

    Maka saya ingin memperkenalkan produk Unit Link (jangan alergi dulu dengernya yah…), manfaat sama premi lebih murah.
    – UP 250 juta, preminya 2,28 jt per tahun, rencana bayar 5-6 tahun. Plus nilai tunai (tergantung kinerja investasi).
    – UP 500 juta, preminya 4,55 jt per tahun, rencana bayar 5-6 tahun. Plus nilai tunai (tergantung kinerja investasi).
    – UP 1 miliar, preminya 9,1 jt per tahun, rencana bayar 5-6 tahun. Plus nilai tunai (tergantung kinerja investasi).

    Masih dirasa mahal?

    Saya bisa membuatnya menjadi lebih murah lagi. Caranya dengan memanfaatkan fitur Term Life yg menjadi rider unit link. Rider term life ini berlaku hingga menjelang usia 70 tahun.
    – UP 250 juta, preminya 1,5 jt per tahun, rencana bayar 7 tahun. Manfaat: 250 juta jika pindah dunia sebelum 70 tahun, dan 125 juta jika panjang umur lewat 70 tahun. Plus nilai tunai (tergantung kinerja investasi).
    – UP 500 juta, preminya 2,2 jt per tahun, rencana bayar 8 tahun. Manfaat: 500 juta jika pindah dunia sebelum 70 tahun, dan 170 juta jika panjang umur lewat 70 tahun. Plus nilai tunai (tergantung kinerja investasi).
    – UP 1 miliar, preminya 4,2 jt per tahun, rencana bayar 8 tahun. Manfaat: 1 miliar jika pindah dunia sebelum 70 tahun, dan 340 juta jika panjang umur lewat 70 tahun. Plus nilai tunai (tergantung kinerja investasi).

    Untuk manfaat yg lebih lengkap, untuk Mbak saya bisa bikin dengan premi 500 ribu per bulan (6 jt per tahun), rencana bayar 10-11 tahun, manfaat yg diperoleh:
    1. UP jiwa: 1 M jika pindah alam sebelum 70 tahun, atau 400 jt jika lebih panjang lagi umurnya.
    2. Kecelakaan: 400 jt (smp < 65 thn)
    3. Sakit kritis: 400 jt (smp < 70 thn)
    4. Payor benefit sebesar 6 jt per tahun jika menderita sakit kritis/cacat tetap total (smp 65 thn).
    5. Nilai tunai (tergantung kinerja investasi).

    Atau jika tanpa rider term life, premi 500 ribu per bulan tsb dengan rencana bayar 10 tahun, bisa menghadirkan manfaat:
    1. UP jiwa: 500 juta (smp <100 thn)
    2. Kecelakaan: 500 jt (smp < 65 thn)
    3. Sakit kritis: 500 jt (smp < 70 thn)
    4. Payor benefit sebesar 6 jt per tahun jika menderita sakit kritis/cacat tetap total (smp 65 thn).
    5. Nilai tunai (tergantung kinerja investasi).

    Demikian beberapa ilustrasi yg bisa saya bagikan.

    Tentang rencana masa bayar yg berbeda-beda, begini penjelasannya. Mbak tahu skema unit link, di mana biaya asuransi dipotong dari hasil investasi. Jika hasil investasi bagus (sama atau lebih besar dari asumsi), masa bayar akan sesuai dengan rencana atau malah lebih singkat. Jika hasil investasi buruk (lebih kecil dari asumsi), masa bayar bisa lebih panjang.

    Begitu pula nilai tunai, jumlahnya tergantung kinerja investasi (TIDAK DIJAMIN, bisa lebih besar atau lebih kecil dari ilustrasi). Dengan kata lain: Keuntungan dinikmati nasabah, risiko kerugian juga ditanggung nasabah.

    Bahasa “Tidak Dijamin” sekilas merupakan kelemahan dari unit link, tapi sebetulnya bisa menjadi kelebihan. Kita tahu hukum investasi: high risk high return. Sesuatu yang tidak dijamin justru berpeluang menghasilkan keuntungan lebih besar. Sebaliknya, sesuatu yang dijamin pasti hasilnya kecil.

    Tapi apa pun yg terjadi pada hasil investasi, manfaat-manfaat asuransi tetap DIJAMIN, selama biaya asuransi (tabarru) dan administrasi dibayar. Artinya, jika kita emoh dengan investasi di unit link (karena konon asuransi sebaiknya dipisahkan dengan investasi), bisa saja mulai tahun ke-6 dst kita hanya membayar biaya asuransi dan administrasi. Lalu jika pada suatu waktu, ketika aset kita sudah miliaran dan secara teori kita tidak perlu asuransi lagi, pembayaran bisa dihentikan dan polis pun lapse.

    Itulah fleksibilitas unit link yang tidak dimiliki asuransi tradisional.

    Tentang biaya akuisisi yang sering menjadi poin keberatan calon nasabah, bisa saya tuliskan di sini:

    Tahun pertama: 75%; porsi investasi: 25%
    Tahun kedua: 40%; porsi investasi: 60%
    Tahun ketiga: 15%; porsi investasi: 85%
    Tahun keempat dan kelima: 7,5%; porsi investasi: 92,5%
    Tahun keenam dst: 0%; tetapi porsi asuransi ditambah 5,26% menjadi 105,26%.

    Total biaya akuisisi 145%. Bisa berkurang dengan diberikannya tambahan 5,26% di tahun keenam dst.

    Sekian dulu sharing saya. Semoga bermanfaat.
    Jika dibutuhkan, saya bisa kirim proposalnya ke email Mbak.

    Terima kasih.

    Salam (utk si Nay jg),

    Asep S

    Numpang ng-link yah: http://bermenschool.wordpress.com/2011/11/15/nilai-lebih-asuransi-syariah/

  4. Thanks infonya pak asep sy sudah py asuransi pak, jd smntara masih ckup (gak ada dananya juga kali pak hehe) sy juga blum mengerti dg maksud ada rider termlife premi jd lbih murah…lalu apa beda keduanya bukannya pasti ini yg dipilih calon nasabah?. Silahkan kirim proposal usia sy ttl sy 20 feb 82 bpk bs kirim ke anis.wijayanti@gmail.com sapa tau ad temen sy minat hehe

  5. Ok sama2. Di unit link allianz ada rider yg disebut term life (asji berjangka), gunanya untuk menambah manfaat meninggal. Namanya rider, boleh diambil boleh tidak.

    Proposal sudah saya kirim. Semoga bermanfaat, setidaknya sbg pengetahuan.

    Salam,

    Boleh numpang link lg, soalnya blog mbak bagus nih, pengunjungnya 200 ribu lebih, Rank Alexanya sy lihat 1.673.589 (punya saya aja 1.730.723). Alexa makin kecil makin bagus.
    http://bermenschool.wordpress.com/2011/10/26/unit-link-dan-term-life-dalam-perbandingan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s