Kelas Aimi: BF for Working Mom

Setelah sempet waitinglist karena daftarnya telat, akhirnya dapet seat juga, segera aku transfer buat join di kelas aimi “Breastfeeding for Working Mommy” klo buat peserta umum sendirian 125rb/pak (termasuk goodybag+snanck) klo couple 230rb/couple tadinya hubby pengen ikutan tapi karena kelasnya sabtu en si hubby masih masuk kerja ya sud akhirnya dia cuman nganterin ke Sekolah Cikal TB Simatupang dimana kelas diselenggarakan…
Tepat jam 09.00 dibuka deh yang hadir kurleb 20-24 orang gtu deh yang bersama pasangan ada 4 orang sisanya dateng sendiri-sendiri en campur-campur mulai yang baru ajah melahirkan sebulan atau dua bulan tanpa membawa baby, ada 3 yang bawa baby-nya ada yang hamil macam eike pokoknya seru ajah..Konselornya ada 2 mbk Mia en Mbk Dewi asisten ada 2 lupa namanya trus di tengah acara ketua Aimi juga hadir beberapa saat…Apa ajah yang dibahas??welahh banyak..baru menjelaskan hak-hak ibu menyui pertanyaan dah bejibun dan dijawab dengan sante tapi memuaskan…klo tahapan penyampaian di kelas kemaren adalah:

  1. Hak-Hak ibu menyusui –> Disini dijelasin bahwa kita sebagai ibu menyusui yang bekerja berhak atas waktu memberikan asi kepada anak baik aplikasinya melalui waktu memerah, pulang di jam istirahat, anak diantar ke kantor ataupun menitipkan anaknya di babycare kantor (yang ini masih dikit perush yang nyadar). Termasuk peraturan yang mendukung baik di Indonesia maupun International.
  2. Anatomi payudara –> Penjelasan mengenai anatomi dan struktur payudara kita termasuk dimana letak pabrik asi dan jalan arterinya🙂
  3. Persiapan kembali bekerja –> Apa-apa yang mesti disiapkan sebelum kembali bekerja setelah cuti 3 bulan intinya mesti siap “mental” dan mulai disiplin manajemen asi
  4. Teknik memerah dan menyimpan asi –> Diulas mengenai teknik memerah baik dengan tangan maupun pompa yang paling cucok dengan kondisi n kegiatan si ibu, cara menyimpan sampai cara memberikan asi perah kepada si baby
  5. Terakhir tips meningkatkan supply asi –> Cara-cara meningkatkan supply asi dengan berpedoman pada demand n production.

Setiap sesi penjelasan disertai gambar video en praktikum dengan alat peraga plus bagi pertanyaan apa aja baik yang sesuai tema ataupun diluar bisa ditanyakan pokoknya bagi aku sangat-sangat bermanfaat.
Nah…semua pelajaran diatas ada di CD yang diberikan bersama goodybag dan aku belum sempet membuka kembali jadi aku tulis yang aku inget ajah apa-apa yang perlu diperhatikan.

  • Asi mulai di produksi sejak kehamilan masuk trisemester ke-2 jadi mulai saat itu pula perawatan puting payudara mesti dimulai at least membersihkan secara teratur yakzz…tapi jangan kenceng-kenceng apalagi kalo hamil tua kuatir memicu kontraksi.
  • IMD sebaiknya dilakukan karena menurut ahli sangat membantu lacth-on pada proses berikutnya, inget IMD tidak harus sampai asi keluar atau si baby harus menemukan puting ibu jadi biarkan saja baby mengendus2 di dada ibu sampai kurang lebih 1 jam sesaat setelah dilahirkan sebelum observasi (gak perlu dimandiin dulu, cukup di bersihkan seperlunya dan konsultasikan dengan dokter sebelumnya)
  • Usahakan (jika tak terbentur peraturan perusahaan) mengatur cuti sedemikian hingga waktu bersama baby lebih lama tapi tetep sesuaikan dengan kondisi si ibu tentunya
  • Saat kembali bekerja setelah cuti panjang usahakan tidak di hari senin, melainkan hari kamis sebagai trial dan menjaga mental meninggalkan baby sehingga tak perlu waktu lama kita sudah bisa bersama bayi kembali (hari sabtu-minggu)
  • Pilih cara memerah yang paling nyaman untuk ibu, baik menggunakan tangan ataupun pompa asi manual/elektronik. Untuk efisiensi coba dulu metode perah tangan jika berhasil dan nyaman tak perlu membeli pompa asi tapi kalo tidak berhasil baru mencoba dengan pompa asi baik manual/elektrik (bisa sewa dulu di awal untu menentukan yang paling pas, tapi corong-nya mesti baru yah dan inget pompa bentuk terompet jadul berkaret sudah tidak direkomendasikan)
  • Produksi asi sangat ditentukan oleh besar permintaan atau demand terhadap asi maka susuilah sesering mungkin paling tidak 8-12 kali dalam sehari dan ingat jangan tunggu sampai penuh baru memberikan asi ataupun memerah karena akan menurunkan produkasi asi berikutnya dan menjadi “lebih” sakit untuk ibu dan tidak nyaman untuk bayi selain itu hormon oktitosin sangat berpengaruh kepada produksi asi maka si ibu menyusui jangan stress teruslah bahagia demi si buah hati.
  • Jangan memberikan asi perah menggunakan botol susu/dot tau kan kenapa??…yes “bingung puting” (padahal aku dah beli 2 huhuhuhu). Ini tidak terjadi pada semua baby tapi daripada terjadi hal yang tak diinginkan mending dihindari karena ada kasus baru sehari memakai dot si baby langsung ogah minum dari gentong ibunya. Kenapa??karena bayi kan pinter…ada yang dengan usaha dikit dah dapet susu deres via botol/dot kenapa mesti yang susah-susah lewat puting ibu. Dan…ini sangat mengganggu produksi asi dan “bonding” ibu n bayi…tapi lagi(lagi) gak terjadi sama semua bayi cos ada juga yang botol dot okey gentong pun enyakkk hihihi.
  •  Si ibu dilarang memberikan asi perah, jadi klo ada si ibu ya susuin langsung kecuali ibu sedang tak ada makanya pas masih cuti uji coba dulu si ibu pergi seharian jadi tau bagaimana karakteristik bayi kita. Delegasikan tugas ini ke si ayah, ortu/mertua  dan yang paling penting si pengasuh (yang ini butuh di konseling tersendiri secara intensif). Rekomendasi alat pemberian asi perah: cup feeder (apa ajah gak harus medela, bisa juga menggunakan tutup botol susu, gelas ukur kecil dll yang bpa free yah), pipet dan sendok (sedikit ribet)
  • Asi perah boleh digabung (misalnya sekali perah baru keluar sedikit) asalkan suhunya sama dan masih dalam hari yang sama dan jangan lupa label hari/tanggal-nya yah…
  • Proses penyimpanan asi:  asi perah –> suhu kamar/ruangan (maksimal 4-6jam) –> refrigerator/kulkas bawah (maksimal 1 hari) –> naik ke freezer/bekukan (waktu pasti untuk masing2 tahap tidak terlalu diperhitungkan asalkan perhatikan maksimal kemampuan bertahan lagi-lagi prinsipnya suhu sama)
  • Proses pemberian asi perah: asip beku dalam freezer –> turun ke refrigerator/kulkas bawah (kurleb 12 jam) sampai mencair –> masukkan dalam baskom air hangat/aliri air hangat (jangan di panaskan/microwave/didihkan) –> kocok perlahan sehingga menjadi homogen –> baby
  • Asip yang sudah turun ke refrigerator ataupun sudah diberikan kepada baby dan bersisa tidak boleh dibekukan kembali jadi mesti habisss…atau dibuang (terpaksa)
  • Durasi penyimpanan di suhu kamar (25 derajat) 4 s/d 6 jam, dalam kulkas bawah/refrigerator (0-4 derajat) 3-7 hari, dalam freezer kulkas 1 pintu 2 minggu, dalam freezer kulkas 2 pintu 3-4 bulan, coolerbag 6-9 jam (tergantung kekuatan masing2 merek n icegel), dalam freezer khusus (suhu dibawah 18 derajat) bertahan 6-12 bulan (prinsipnya letakkan di bagian terdalam dan jangan di pintu lemari es)
  • Wadah penyimpanan asip dianjurkan botol kaca (baik tutup ulir maupun karet) tapi bisa juga menggunakan botol plastik BPA-free, kantong plastik asi khusus, atau kantong plastik yang foodgrade. Jangan mengisi asi terlalu penuh cukup sampai leher botol saja karena bisa menyebabkan botol pecah atau tutup lepas.
  • Terapkan prinsip FIFO –> first in first out (makanya jangan lupa dilabeli dan cara menyimpan yang baru diletakkan paling belakang)
  • Jika lampu mati dan kondisi asip botol mencair maksimal 1/4 bagian saja (bagian atas) masih bisa dibekukan kembali tapi jika lebih maka asip harus diturunkan dan diberikan kepada bayi. Jika banyak jumlahnya bisa didonorkan (daripada dibuang). Untuk mengantisipasinya gunakan es batu disekeliling asip dalam freezer untuk berjaga-jaga.
  • Mulailah menabung asi secepatnya paling tidak sebulan sebelum cuti berakhir sehingga tidak terjadi kejar setoran asi.
  • Pemberian asip dengan cupfeeder jangan dituangkan/diminumkan langsung cukup ditempelkan dalam kondisi siap minum kedalam bibir bawah bayi kemudian biarkan bayi mengambil asi dengan lidahnya (menjilat-jilat) sesuaikan dengan jangkauan dan posisi bayi setengah duduk yah…sangga leher dengan satu tangan.
  • Lama waktu memerah tiap orang berbeda yang pasti rasakan sampai kedua payudara terasa kosong, sedangkan berapa kali memerah dikantor prinsipnya adalah lama waktu dikantor dibagi 3 jadi klo dikantor 9 jam maka sebaiknya setiap 3 jam asi diperah
  • Kerjasama yang baik baby-breast-brain (3B) adalah kunci keberhasilan asi-x baby merangsang payudara dengan melakukan hisapan, payudara mengirimkan sinyal ke otak untuk memproduksi asi dan asi keluar untuk memenuhi kebutuhan baby begitu seterusnya termasuk dukungan penuh suami tercinta

Apalagi yakzzz….ini dulu yah nanti klo inget aku tambahin lagi. Silahkan tambahan, masukan dan pertanyaan. Happy breastfeeding.

Sumber: kelas aimi

2 thoughts on “Kelas Aimi: BF for Working Mom”

  1. Tanya dong. Kulkasku 1 pintu, suhu max cuma <-3C. Mau ga mau setelannya musti maksimal, tapi ini bikin bunga es-nya cepet banget. Nah gimana mindahin asip dan berapa lama? Biasanya kl kulkasku di defrost bisa lamaaaaaa banget baru mencair.

    Oiya, asipku juga susah banget beku. Kurang suhunya kah?

    Thx ya

  2. @el
    Mmmm…sebelumnya maaf aku gak terlalu mengerti teknis kulkas karena kebetulan kulkasku tanpa bunga es. Asip susah bekunya seberapa lama??asal suhunya gak naik turun saat di freezer meskipun belum beku Insyaallah aman asal jangan sering buka tutup ajah. Masalah bunga es emang rumit yah bikin tempat penyimpanan cepet penuh en klo defrost lama aih2 maaph aku tak punya solusinya. Mungkin mom lain ada yang punya pengalaman serupa??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s