Tips Cerdas Mengenal 7 Kesalahan Mengelola Uang

Masih bersumber dari tipsanda.com buat dibaca2 sambil manggut2…(doank)

Sebelum memahami menggunakan uang dengan benar, ada baiknya apabila Anda terlebih dahulu mengenal kesalahan-kesalahan ketika membelanjakan dan mengelola uang Anda. Ingat lelucon bijak di dunia IT yang mengatakan, “Untuk menjadi cyber police yang tangkas, Anda terlebih dahulu harus mampu menjadi hacker yang handal”. Untuk itu, berikut ini adalah 7 tips cerdas dalam mengenal kesalahan membelanjakan dan mengelola uang Anda:

1. Kesalahan pertama yang biasa Anda lakukan dalam mengelola uang Anda adalah menumpuk tagihan. Karena dengan Anda menumpuk tagihan, berarti Anda menumpuk dan memperbesar jumlah keseluruhan hutang (termasuk dengan risiko meningkatnya bunga tagihan Anda) yang akan begitu berat Anda bayarkan di akhir tempo. Salah satu cara mencegahnya adalah menggunakan kartu kredit dengan lebih bertanggung jawab, mencari pinjaman kredit dengan bunga rendah, atau ketika belanja, usahakan dengan menggunakan uang cash (penggunaan kartu kredit hanya untuk kondisi terdesak saja).
aq: Cek hutang2 kel. kita satu ada di KPR (penyedot terbesar duit kami) ama sedikit di CC, biasanya aku pake CC “hanya” untuk beli tiket pesawat/belanja online/makan yang mesti bayar pake CC dan langsung kulunasi di tagihan berikutnya.sekarang aku lagi ada 2 cicilan CC dengan bunga 0% satu-nya 6 bulan berupa barang yang dipakai abis dan satu lagi 12 bulan berupa barang interior rumah (keduanya jumlahnya masih under control dan STOP belanja pake CC sebelum 2 tagihan ini tutup buku)

2. Kesalahan kedua adalah ketidakyakinan atau belum percayanya Anda terhadap asuransi, yang sebenarnya dapat melindungi diri Anda dari pengeluaran-pengeluaran besar tak terduga. Pengeluaran-pengeluaran besar tak terduga pada umumnya disebabkan karena kebutuhan-kebutuhan mendadak/tiba-tiba (urgent), seperti sakit, kecelakaan dan biaya pendidikan yang kini termasuk kebutuhan mahal. Untuk itu, sudah saatnya Anda mempertimbangkan penggunaan asuransi jiwa (terlebih apabila Anda sudah berkeluarga), asuransi rumah, asuransi mobil ataupun asuransi pendidikan.
aq: mulai merintis asuransi meski perlindungan belum maksimal seperti asuransi jiwa yang kami berdua punya, asuransi rumah pake bawaan KPR, asuransi kesehatan dari kantor, untuk biaya pendidikan memilih instrumen di luar asuransi.

3. Kesalahan ketiga adalah seringnya anda menunda/menangguhkan untuk menabung atau berinvestasi. Tujuan dari menabung dan berinvetasi adalah memperoleh keuntungan melalui bunga/margin. Keduanya memiliki karakter yang berbeda, menabung memiliki risiko rendah dan keuntungan sedang sedangkan investasi memiliki risiko tinggi sekaligus keuntungan tinggi. Dalam menabung dan berinvestasi, sahabat terbaik Anda adalah waktu. Semakin awal Anda menabung/berinvestasi maka semakin banyak keuntungan yang akan Anda peroleh dan semakin awal Anda menabung/berinvestasi maka semakin cepat Anda memperleh keuntungan. Menunggu dan menunda hanya akan membuat Anda tidak mampu meraih tujuan Anda dalam hal kemapanan finansial.
aq: ya anda benar sekali. aku emang suka menunda berinvestasi kecuali lagi “sadar penuh”. contohnya gini ada uang 700rb tadinya dah di budget buat beli 2 gr emas tapi berhubung pas buka internet naik tipis jadi males, besoknya naik signifikan makin males lagi eh lusanya lihat clodi motif baru beli dulu satu (padahal belom butuh2 amat) dan cerita selanjutnya adalah gagal invest…hohohohoho lagu lama.

4. Kesalahan keempat adalah Anda tidak pernah menyisihkan uang dalam jumlah kecil untuik kebutuhan-kebutuhan mendadak. Untuk itu, sebaiknya Anda membuka rekening tabungan khusus untuk menampung dana ‘hanya’ untuk kebutuhan-kebutuhan mendadak tersebut. Cobalah menyisakan sedikit uang dari penghasilan bulanan Anda dan transfer ke ‘rekening tabungan khusus ini’ yang setiap bulannya. Hal ini akan menghindarkan Anda ‘menggangu’ simpanan di rekening tabungan utama Anda.
aq: ini juga gitu selalu tercampur dengan tabungan utama, hasilnya saat butuh ya main ambil rekening tersebut sembarangan alias gak ada bedanya. (mulai disiplin ah….)

5. Kesalahan kelima adalah tidak mengotomasi pendebetan untuk pembayaran simpanan tabungan dan investasi. Cobalah untuk memilih fasilitas autodebet gaji atau penghasilan Anda ke rekening tabungan Anda, sehingga tanpa terasa Anda akan mendapati tabungan Anda semakin bertumpuk dengan cepat. Otomasi ini membantu memudahkan Anda untuk menabung dengan teratur, tanpa terlewatkan dan tanpa usaha lebih Anda.
aq: PLN, asuransi, investasi, dll masih pake manual internet banking tapi berusaha sedisiplin mungkin terutama bayar tagihan bulanan dan hutang2.

6. Kesalahan keenam adalah menggunakan pinjaman untuk berganti-ganti mobil/kendaraan. Hal ini terjadi ketika seseotang sebenarnya tidak begitu mampu membeli mobil, namun sangat berkeinginan memilki bahkan berganti-ganti mobil. Kenapa? Karena pada dasarnya nilai mobil/kendaraan –dan juga barang elektronis- cenderung mengalami penurunan nilai (depreciate), sehingga jika Anda seringkali menggunakan pinjaman untuk berganti-ganti mobil/kendaraan, bunga pinjaman anda menjadi tidak sebanding dengan nilai barang yang Anda beli (mobil). Misalnya Anda menggunakan pinjaman dengan jangka waktu 5 tahun, pada akhir pinajaman lunas, pasti nilainya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga mobil Anda kala itu (akhir masa pelunasan). Dengan kata lain Anda mengalami kerugian tanpa Anda sadari. Untuk itu, berusahalah untuk merencanakan pembelian mobil sedemikian rupa, dan gunakan mobil tersebut kalau bisa selamanya.
aq: sama sekali bukan tipe diatas, intinya kalo dah punya en berfungsi baik yah gak akan beli baru…masa bodoh dengan teknologi dan tren.

7. Kesalahan Ketujuh adalah menempatkan simpanan/tabungan atau investasi pada satu tempat. Ingat pepatah bijak yang mengatakan “Dont put your eggs on the same egg-rate” yang lebih kurang bisa diartikan bahwa jangan meletakan barang berharga Anda (dalam hal ini tabungan/simpanan/investasi) pada Bank yang berbeda, sehingga apabila ada perubahan kebijakan, penurunan suku bunga ataupun force mjour pada satu Bank tersebut, Anda tidak begitu terganggu. Bayangkan apabila Anda menaruh seluruh harta pada Bank A, kemudian Bank A tersebut mengalami likuidasi dan ditutup, pastilah keuangan rumah tangga Anda juga turut ‘ditutup’
aq: sudah sangaaaattt sering dengar petuah bijak itu dan aku berusaha untuk mengikutinya meski belum terlalu beragam n jumlahny dikiittt semoga ajah maksimal

2 thoughts on “Tips Cerdas Mengenal 7 Kesalahan Mengelola Uang”

  1. mb aq ad koreksi dkt di”don’t put your….” diterjemahanny hrusny jgn menyimpan uang anda dlm 1 tempat yg sama/bank yg sama.dgn kt lain malah shrusny lbh baik menyimpan uang dbank yg berbeda utk menghndari high risk. artikelny ckp menarik TFS ya

  2. @tari
    thanks for the correction…aku kan cuman copas, jadi gak terlalu detil bacanya but maksudnya paham…hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s