Terbang saat hamil???No problemo asal…

Seminggu sudah kerjaan mulai peak kembali (setelah sebelumnya agak luang) kemaren meeting tim internal dan hasilnya banyak sekali perjalanan dinas keluar kota,luar pulau juga yang harus aku laksanakan…tahun2 sebelumnya juga gitu siy kurleb dalam setahun bisa 15-25 kali penerbangan dan rata2 sekali perjalanan seminggu bertugas. Tapi kan sekarang kondisinya berbeda lagi hamil dan Insyaallah after Juli punya baby kebayang dong beban ibu hamil ini ya naik pesawatnya, ya jalan darat yang tak selalu mulus, bahkan yang paling berat mesti ninggalin baby saat asix (mewek.com duluan deh…). Kalo sebelumnya ninggal hubby ajah beban gimana nanti yah…udah2 resiko pekerjaan diterima ajah🙂. Aku di usia 5week juga dines ke lampung utara perjalanan kombinasi pesawat en 4 jam jalan darat Alhamdulillah gak berasa apapun….
Amankah berpesawat untuk ibu hamil??

Yang Boleh Terbang
Semua maskapai penerbangan memiliki aturan-aturan untuk ibu hamil. Jadi, cek di maskapai penerbangannya sebelum memesan tiket. Menurut Maskapai penerbangan komersil, tidak ada risiko khusus pada wanta hamil yang sehat jika ingin bepergian dengan pesawat terbang begitu juga pada janinnya.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, waktu paling aman untuk wanita hamil bepergian dengan pesawat terbang adalah selama trimester kedua yaitu 18 sampai 24 minggu (agak bingung bukannya trisem 2 itu mulai 13 minggu-26 minggu yah???). Trimester kedua merupakan periode dimana risiko kelahiran mendadak atau prematur lebih rendah. Banyak dokter merekomendasikan untuk tidak bepergian dengan pesawat terbang setelah kehamilan berusia 36 minggu atau lebih; atau jika ibu berisiko melahirkan prematur (Kalo saranku pribadi siy sejak 32 atau 33 minggu kalo bisa jangan terbang deh…kalo bisa)

Tidak Boleh Terbang
Ibu hamil dengan kondisi tidak fit dapat meningkatkan risiko maka sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum bepergian dengan pesawat terbang. Kondisi-kondisi tersebut termasuk:

  • Anemia berat
  • Sickle cell disease (kelainan bentuk sel darah merah yaituberbentuk bulan sabit)
  • Pernah ada riwayat penggumpalan darah
  • Plasenta lemah

Tips Naik Pesawat Untuk Wanita Hamil

Berikut beberapa tips untuk wanita hamil yang berencana hendak bepergian dengan pesawat terbang :

  • Mintalah untuk duduk bagian tengah pesawat-yang menawarkan tempat lebih dan nyaman atau dekat bagian sayap pesawat, yang lebih nyaman ketika terbang (sangat tergantung kelas yang diambil juga siy)
  • Pilih posisi duduk dekat dengan lorong/jalan sehingga memudahkan ke toilet (ibu hamil sering beser kan)
  • Kencangkan sabuk pengaman di perut bagian bawah, menyilang di bagian pundak kebawah.
    Jika memungkinkan, bangun dan jalan setiap setengah jam untuk peregangan otot-otot dan melindungi dari penyumbatan pembuluh darah.
  • Minum banyak cairan. Kelembaban yang rendah di kabin dapat menimbulkan efek dehidrasi dan jangan lupa bawa camilan sehat secukupnya (buah, biscuit,dll)

Mengatasi Kekhawatiran AndaTekanan udara yang lebih rendah di kabin pesawat terbang memiliki efek minimal . Pada janin, Selama penerbangan, tekanan udara disesuaikan di ketinggian kira-kira antara 5000 dan 8000 meter dari atas permukaan laut. Meskipun wanita hamil dan bayinya memiliki lebih sedikit oksigen di darahnya daripada seharusnya pada level diatas laut, tubuh akan menyesuaikannya.

Beberapa wanita hamil mengkhawatirkan tekanan pada radiasi elektromagnetik dari matahari ketika di ketinggian diatas laut. Meskipun tekanan meningkat pada ketinggian, ini masih lebih rendah dan tidak akan meningkatkan risiko kelahiran atau kelahiran mendadak…

Dan yang paling penting adalah banyak2 berdoa dan minta didoain (suami/ortu), rileks, positive thinking dan pastikan kondisi kesehatan kehamilan dengan surat pengantar dari dokter (terutama untuk terbang diatas 26 week), plus klo gak memungkinkan terbang karena alasan kesehatan ya terus terang ama boss…satu hal lagi jangan hanya konsen ke perjalanan udara saja, pastikan cukup istirahat dan save saat dinas diluar kota/pulau/negeri dengan paham kondisi tubuh sendiri…

Enjoy the flight🙂

Source : www.asuh.wikia.com

2 thoughts on “Terbang saat hamil???No problemo asal…”

  1. Eh mbak, penasaran niy soal surat keterangan dokter. Itu berlakunya buat one way flight atow return flight? Trus kalo misal pergi ke luar negri, pas check in dari bandara asing apa masi bisa dipake surat keterangan dokter itu?
    *Hiyahhhh nanyanya kek nanya ke dokternya langsung hihihi* Bagi2 inpo yeee

  2. @Wina
    nah itu dia aku sendiri bingung harusnya si mereka (atau bisa juga kita) meng-copy surat keterangan yang kita bawa but…ada juga yang ngotot minta aslinya (nah lu) klo kaya gitu return flight-nya gmn coba…untuk LN malah blank sama sekali(apa mesti bikin versi inggrisnya juga) hihihih….maaph tak banyak membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s