Financial Planning After Married

Berat bener bahasannya??tenang sebenernya gak kok…ceritanya aku tuh pemerhati financial planner banget mulai dari gaji pertama-ku dulu pas kerja di Gresik dah aku arrange sedemikian rupa mana pos makan, baju, jalan2, nabung (klo ada but…prakteknya jebol mulu) dll. Kenapa??karena aku gak mau jerih payahku sia-sia gak jelas jadi kalopun habis tiap bulan itu jelas kemana-nya buat ortu, nyalon, beli baju, jajan, its okey asal ga tulalit tiba2 lo kok duitku dah abis tengah bulan gini, lo kok saldo tabunganku minimal mulu, lo kok gini lo kok gitu…orang yg ngabisin kita sendiri jangan jadi puyeng ya kan..???

So aku dah biasa banget ama yg namanya pos2 pengeluaran. Aku punya detail template-nya en aku sampai kadang ga percaya buanyak banget pengeluarannya padahal gaji sebulan ga nyampe segitu (pasti ada sisa bulan sebelumnya kepake di bulan ini), rijit banget ngitungnya dll. Tapi saat ini aku gak akan membahas mengenai Financial Planning bagi si lajang yap…but aku ingin membuat financial planning after married yang secara teori dah banyak bangaet diulas pakar. Mana yang aku anut??yang simple en menurut kesepakatan antara aku en cami dunk. kenapa?karena  setelah menikah masalah keuangan keluarga adalah masalah sensitif dan salah satu pemicu pertengkaran bahkan perceraian Oh My God Tidaaakkkk. Makanya semakin pagi direncanakan makin baik pastinya.

Teori yang akan aku ambil adalah menggunakan “rekening bersama” meskipun pada prakteknya bukan benar2 rekening khusus tapi lebih kepada masing-masing dari kami berapapun gajinya diwajibkan menyetorkan ke kas keluarga disini disebutnya Branky sebesar 70% dan sisanya 30% dikelola secara swadaya. Sekarang masalahnya apa aja yang bisa en gak bisa menggunakan isi Branky berikut jawabannya :

Branky Area

  • Cicilan KPR
  • Makan
  • Listrik+Iuran kebersihan+Iuran keamanan
  • Transport (Bensin+Parkir+Oli+Bengkel)
  • Asuransi
  • Belanja bulanan (diluar makan)
  • Pulsa (limited)
  • Entertaint (limited)
  • Arisan kompleks
  • Iuran2 komplek tak terduga
  • Tabungan keluarga

Sedangkan yang tak boleh dibayarin ma Brenky alias swadaya adalah :

  • Pulsa ekses
  • Nyalon (hikss)
  • Kosmetik
  • Arisan kantor
  • Charity en money for family
  • Hadiah
  • Tabungan pribadi
  • Aksesoris (baju, motor,dll)

Dah jelas kan sekarang meskipun mungkin diawal2 akan sangat tidak disiplin apalagi rumah mungil kita masih kosong jadi pasti nanti masih pake sistem tambal sulam deuh gpp yang penting kan planningnya heuheuheu…ada masukan yang lebih Okey??
BIar gampang berikut ilustrasinya :
Misalkan Keluarga kecil “AB”
Gaji A (suami): 2000000
Gaji B (Istri): 1500000
Maka si suami wajib ngisi Branky 1400000 en si istri 1050000 Total kekuatan finansial keluarga kecil “AB” adalah 2450000 nah dana inilah yang akan bibagi kedalam pos-pos pengeluaran bersama dengan item-item yang telah disebutkan diatas bagaimana sisanya :
Si A : 600rb
Si B : 450rb
Diserahkan kepada kedua individu untuk dikelola sendiri secara bijak sekian….

2 thoughts on “Financial Planning After Married”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s