Roya dan Mafia

Ini lanjutan cerita terdahulu yah, hey para pengguna kpr saat kita udah pelunasan kpr dan sertifikat asli dan dokumen pendukung lainnya jangan dikira urusan persuratan selesai lo yah…masih ada 1 lagi kita mesti urus yap roya sertifikat, apa it roya googling ajah tapi gampangnya sertifikat yang diagunkan di bank jika sudah lunas mesti diurus roya sehingga statusnya bukan milik bank lagi tp dah 100% milik si atas nama jadi klo suatu saat disekolahkan lagi bank pemberi kredit tidak ragu menerimanya. Daripada bikinnya berlama2 lebih baik yah klo sertifikat udah ditangan segeralah di roya di BPN domisili sesuai sertifikat.
Kembali ke proses roya, klo mau urus sendiri tanpa melalui calo atau notaris gampang kok dan pasti lebih ekonomis meski mesti cuti/ijin kerja dulu kali yah, pengalaman temen lewat notaris kena 1.5jt-an bahkan lebih n klo urus sendiri 250-500rb (tergantung mafia minta berapa aseli lo “minta” hehe)
syarat wajib
1. Sertifikat kepemilikan asli
2. Sertifikat hak tanggungan asli
3. pengantar roya dari BTN (dittd pejabat bwenang bermaterai)
4. Fc ktp
5. Form isian+map
Pengalaman aku urus datang dah pagi2 karena buka jam 8, eh petugas baru dateng jam 11 dong dong dong bagooossss dan ketika ditanya kok ga ad petugas pengganti pak dijawab lugas “klo gak masuk pasti diganti bu, petugasnya masuk suka siang jd dtggu ajalah” nah lu pigimana endonesiahku.
Buat yg ke BPN Tangerang jgn lp beli map sesuai peruntukannya di koperasi di luar loket (sebelah kanan gedung utama) untuk roya harga 4rb, baca cepat form isian klo butuh ada materai sekalian beli di sebelahnya ada koperasi atk biar gak bolak-balik, laper??sekalian juga sarapan dikantin situ.
setelah isi form yg cuma selembar serahkan petugas bersama dokumen yang dibutuhkan disini saat paling rawan. Karena pungli yang amboy parahnya di situ dan juga di BPN lain kalo saat menumpuk berkas kita tidak selipkan uang pelicin bisa ditebak petugas akan “review dokumen kita lambreta” sehingga punya celah buat memeras pengguna layanan..Lagi2 endonesiahku sambil nunggu proses back office-nya aku tengok kanan kiri banyak para pegawai notaris (notarisnya mah jarang dtg langsung) mulai yg parlente sampe dandanan alakadarnya lalu lalang dengan client atau sorangan dg tumpukan map yang tentunya tiap map sudah ada uang pelicin sesuai “pasaran” mulai beberapa lembar 50rbuan sampe tumpukan ratusan ribu hadeehhhh bener2 didepan mata…OH MY…1.5 jam berlalu sampai akhirnya:
petugas: “Anis Wijayanti”
AW: yap
Petugas: ini ada perubahan nama dari BTN menjadi BTN tbk py SK perubahannya gak
AW: gak py pak, emang perlu yah atau saya cari dulu (kali aja ada di web kumham pikirku)
Petugas: Mbak mesti kembali minta BTN pusat (tempat akad kredit) untuk ganti surat pengantar roya ini atau minta keterangan perubahan disana
AW: mulai mengada2 ni bapak (dalem ati), harus ya pak?gimana dong (cuti sehari ajah susyah, blom jauhnya ni lokasi)
Petugas: ni saya punya sk perubahannya (nunjukin kertas selembar), tapi ada biaya tambahan
AW: speechless…(muka asem)
Petugas: sok sibuk nyatet nyatet lalu enteng bilang “biayanya 400rb”
AW:aje gile biaya resmi 50rb bs naik 8x lipat HOW???”pak kok mahal banget??”
Petugas: sok ga denger sambil lihat next antrian
AW: Malas berdebat keluaran semua uang dalam dompet yang persis 400rb isinya sambil berdo’a “maafkan aku ya Allah mesti pakai cara gini” mirisss boookk.klo dipikir dengan memberi di amplop awal yang biasanya 150-250rb tyt lebih murah daripada cari gara2 ama orang2 ituw..padahal aku pengen pake cara lurus pak, makanya bela2in urus sndiri pantesan ajah telaah dokumen sampe sejam lebih la cari2 alesan gitchu…
Bukan masalah nominal yah, kalo resmi harga segitu tak apa loh, melalui calo atau bahkan notaris juga jelas diatas itu tapi kan ini beda perwakilan masyarakat biasa yg juga butuh surat2 kaya gini n urus sendiri(kasian yang ga bisa bayar segitu paaakkk…sumpeh, gak sombong aku bisa bayar tapi lainnya belum tentu tega bangeddd siiiyy). Bayangkan ambil rata2 200rb ajahxratusan ijin = berapa??perhari lohhh…Ah Mafia
Masih mimpi endonesiaku bisa sejahtera, yang dibawah pungli yang diatas korupsi…sigh.
Pulang dengan tak rela dengan selembar surat pengambilan 2 minggu lagi.

About Anis

I'm Simple woman with high enthusiasm of life smart, smily and sweet ;)

Posted on April 22, 2011, in My Home, our plan. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. wihh, banyak ya mba, tp klo ma notaris jatuhnya lebih banyak y?
    *sy juga KPR nih, makasih udh bagi2 infonya :)

  2. nis, emang ada sk perubahannya ya? soalnya aku jg dari BTN juga… oalah emang ya rada sebel klo uda urusan mafia… aku jg rencana mau take over ke bank lain.. tp blm tau mana bank yang menguntungkan sekali suku bunganya.. (ngarep… emang ada) hehehehe. thx infonya…

  3. @hime
    mayan daripada pake notaris apalagi calo

  4. @emmy
    coba bank bri, buana kayaknya ratenya okeh cmiiw

  1. Pingback: 2011 ABFam-Rekap… « The AB's Fam Simplicity…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.