The AB's Fam Simplicity…

Please Talk..Please Share

Sebegitu besarkah kebutuhan akan dana darurat??

Topik sore kali ini adalah tentang dana darurat, tentu bukan hal yang asing bukan..??setiap orang khususnya keluarga pasti tau kalo hal ini amat sangat penting, apalagi kalo tanya ma pakar keuangan gak ada satupun yang bilang “nanti ajah” pasti semua bilang “ya sangat penting/urgent/high priority n jumlahnya bla bla bla…”.
Gak ada yang salah akupun tau begitu pentingnya dana darurat dimiliki setiap orang yang punya penghasilan dan bergantung hidup dari penghasilan tersebut bayangkan kalo tiba2 perusahaan kita pailit, bayangkan kalo tiba2 kita tak sanggup bekerja lagi secara mendadak karena kesehatan atau sampai hal yang fatal adanya kematian?Hanya Allah yang tau…tapi kapan sih sebaiknya kita punya nilai minimal yang direkomendasikan para ahli??sekarang??setahun lagi??2 tahun lagi??atau 5 tahun lagi??padahal mengumpulkan segitu besar dana darurat bukan hal mudah apalagi syaratnya mesti liquid makin susah pangkat sekian deh :(.
Banyak yang dah tau teori-teori klasik untuk single setidaknya punya dana darurat 2-3x pengeluaran per-bulan, untuk keluarga tanpa anak 4-6x pengeluaran per bulan, keluarga dengan satu anak 6-12x pengeluaran sebulan dst…gede banget kan??Berkaca dari diri sendiri setelah aku perhatiin dana darurat yang aku miliki selama ini tak pernah lebih dari 1-1.5x yeheeee…cos klo aku pikir2 nyaris gak mungkin menyisihkan dana segitu di tabungan dengan kebutuhan keluarga baru yang gak ada habisnya realistisnya gini deh duit terkumpul 1-2 tahun abis sekaligus untuk kawinan, duit ngumpul lagi buat dp rumah, kumpulin lagi abis lagi buat beli perkakas itu ajah nyicil atu2, belum selesai juga nabung dah abis kena renov rumah yang “gak terlalu ready”, lalu persiapan punya baby, melahirkan, nyicil tabungan pendidikan si kecil dan selanjutnya dan selanjutnya sampai anak-anak berikutnya…ada gak celah yang bisa bikin duit terkumpul segitu banyak untuk yang namanya dana darurat???nyaris gak mungkin…atau mungkin bisa siy tapi lamaaaa n akhirnya kepake buat kebutuhan-kebutuhan lain yang emang butuh n pengen, iya gak??
Intinya begini siy, dilematis antara investasi sekarang juga atau menabung untuk dana darurat sekarang saat ini??nyaris keduanya mirip (sama-sama menyisihkan pendapatan) tapi tujuan, term en produknya beda jauhhh gimana dunk??any solution please…
Pendapat pribadi: kalo memaksakan menyisihkan dana darurat yang misalnya baru terkumpul dalam 2-3 tahun bagaimana dengan kebutuhan mendesak lainnya seperti melahirkan (bagi yang gak dicover asuransi), dp rumah (bagi yang belum py rumah), kendaraan (bagi yang tak punya alat transportasi) dll??Pilihan sulit :(

About these ads

Single Post Navigation

10 thoughts on “Sebegitu besarkah kebutuhan akan dana darurat??

  1. q selalu suka topic ini (klo baca artikel pakar keuangan agak pusing, mending baca postinganmu mbak..heheh). Jangankan dikau yang udah berkeluarga mbak…q yang single aja susah memenuhi kuota dana darurat diatas..paling mentok q punya dana simpanan tiap bulan sebesar selisih kenaikan remunerasi (jd istilahnya walopun gaji naik, tp kebutuhan tetap di rem tdk melebihi gaji sblm naik), tp itu juga masih jauuuh dari kuota….

  2. @irma
    oh gtu yah…banyak benernya siy apa yang dibilang pakar keuangan tp suka gak mengakomodir yang py gaji pas-pasan…klo gaji lebih mau dibawa kemana ajah siy enak, kayaknya aku mau belajar ttg ini deh biar jadi pakar keaungan keluarga menengah kebawah hihihih, seru kali yah :)

  3. Mbak, kalo gak salah aku pernah baca salah satu tweetnya Ligwina Hananto. Ada yang konsul, gimana caranya bagi-bagi tabungan gitu. Jawabnya dia, tergantung “Tujuan Lo Apa?” misalnya nih, Liburan akhir Tahun dan Dana Darurat. Dia kasih proporsi pembagian. Dari jatah 30% tabungan, 10% buat liburan, 15% Dana darurat, Sisanya tabungan biasa. Tergantung tujuan kita apa. Emang secara realistis, susah juga mencapai nilai segitu, tapi kalo disisihkan dikit2, pasti bisa walaupun jumlahnya gak maksimal.
    Belajar dari pengalaman Mas kemaren plus dia skrg pekerja kontrak, mau gak mau, aku nyisihin dana darurat. Dana darurat ini akhirnya kepake dikit buat nambahin biaya lahiran ntar, hehehe. Ini cara sederhanaku aja sih. HTH yaa..

  4. hi mbak anis, aku selalu suka topik2 keuangan di blog mu hehehe..anyhoo, ngumpulin dana darurat emang harus diniatin ya :) kalo aku ga salah nangkep dari saran nya mbak ligwina, prioritas nya harus dana darurat dulu, baru kalo udah “beres” bisa fokus ke investasi CMIIW. Jadi, kalo saran ku sih, untuk dana darurat tiap bulan masuk anggaran yang disisihin, jangan dari sisa yang ada. Untuk investasi, mungkin bisa “ditunda” sampe dana darurat selesai, atau kalau misalnya ada bonus THR atau bonus tahunan, bisa disisihin sekian persen untuk invest atau nambah2 dana darurat :) semoga berhasil hoho..

    kl aku kebalik nih, dana darurat alhamdulilah udah beres, tapi malah belum mulai2 invest nya :( belum ada dana lebihan euy huehuheue…

  5. @astrid
    wah kayaknya dikau cukup berhasil dalam mengelola dana darurat ini…selama ini dana untuk menabung aku masih kecil prosentasenya 20%-an gt deh dah abis buat 5% asuransi, 10% persiapan baby (tadinya alokasi ini macem2 kadang nabung buat nikahan,dp rumah, perabot, dll gitu…) trus 5% lagi reksadana…abis deh makanya gak tau deh dana darurat darimana (kecuali dapet bonus atau apa yah…di kantorku gak ada bonus siy)hehehe

  6. @dinda
    good disiplin sekali dikau sampai dah terkumpul dana darurat…aku siy nabung abis buat keperluan yang gede2 yang aku bilang (menikah,lahiran,rumah,dll) makanya bingung nabung buat darurat dari dana mana invest ajah aku cuman 5%…:)curcol deh

  7. meli on said:

    Menurut saya sih penting bgt, aplg utk ibu rmh tangga, harus pinter2 sisihin uang utk dana darurat. Penting bgt deh…kAlo gk uang di tabungan ya emas lah.pokoknya harussss

  8. @meli
    yap bener banget, tapi ya gtu baru terkumpul beli sofa, terkumpul lagi beli kulkas,,,maklum sumber duitnya kan it2 juga sedangkan keperluan keluarga bru buanyak banget…tp mulai sekarang mencoba disisihkan dikit2 :)

  9. salam kenal… ikutan komen ya..
    kalo menurut saya sih terkumpul enggaknya dana darurat tu tergantung kita koq. semampu kita aja ngumpulinnya, pokonya target ideal dana darurat harus tetep dikejar meskipun butuh waktu yang lama. Misalnya baru kekumpul beberapa bulan penghasilan trus kepake keperluan darurat, ya gpp, terusin nabungnya… selama itu kita nabung untuk dana darurat. Misalnyapun dana darurat sudah terkumpul dgn jumlah ideal (biasanya tergantung jumlah tanggungan kita ya, misal kyk kel saya dgn 2 anak berarti dana daruratnya 12x pengeluaran bulanan) trus kepake karena ada keadaan darurat tadi, ya ntar nabung lagi, terus seperti itu. Fungsinya memang sebagai buffer penghasilan kita. kalo saya sih lebih ke prioritas kumpulin dana darurat, ya perabotan juga penting sih..tapi sebisa mungkin nyisihin untuk dana darurat dgn konsekwensi mengerem sejumlah keinginan untuk belanja2, seperlunya atau enggak cari tambahan penghasilan …

  10. @yessi
    thanks yahhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: